Wednesday, April 4, 2012
Kisah Wali Dengan Syaitan
Barshisha' seorang hamba Allah yang sudah 220 tahun, belum pernah menderhakai Allah walau sedetik pun. Dia mempunyai murid sebanyak 60,000 orang yang mampu berjalan diudara oleh sebab keberkatan ibadah Barshiha', sehingga para Malaikat kagum terhadap keampuhan ibadahnya.
Allah Ta'ala berfirman: "Mengapa kamu sekalian kagum terhadap Barshsiha', sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kalian tidak ketahui, bahawa Barsisha' akan kufur dan masuk Neraka untuk selama-lamanya sebab meminum khamar."
Iblis terkutuk yang mendengar kata-kata itu, mengetahui bahawa rosaknya Barshisha' ada ditangannya. Maka dia datangi tempat ibadah Barshisha' dengan mengenakan pakaian tenun dan memanggil Barshisha'.
Kata Barshisha' kepadanya: "Siapakah engkau dan mau apa?"
Kata Iblis: "Saya seorang ahli ibadah, datang padamu untuk menemani engkau beribadah kepada Allah Ta'ala."
Kata Barshisha': "Barang siapa beribadah kepada Allah, maka Dia (Allah) mencukupinya."
Maka Iblis pun beribadah kepada Allah Ta'ala tiga hari tidak tidur, tidak makan dan tidak minum.
Kata Barshisha': "Saya berbuka, saya tidur, saya makan dan saya pun minum pula, sedangkan engkau tidak makan dan tidak minum, padahal sebenarnya saya sudah beribadah selama 220 tahun, tidak pernah dapat meninggalkan makan dan minum."
Kata Iblis: "Saya pernah melakukan dosa, sehingga apabila saya teringat dosa itu, hilanglah rasa nak tidur dan makan."
Kata Barshisha': "Bagaiman caranya, supaya saya dapat pula seperti engkau?"
Kata Iblis: "Pergilah dan derhakalah engkau kepada Allah, kemudian taubatlah kepada-Nya, sesungguhnya Dia(Allah) Maha Penyayang, sehingga engkau akan menemukan kelazatan taat."
Kata Barshisha': "Apa yang harus saya perbuat?"
Kata Iblis: "Zina"
Kata Barshisha': "Saya tidak dapat melakukan itu."
Kata Iblis: "Bunuhlah seorang yang beriman."
Kata Barshisha : "Saya juga tidak dapat melakukannya."
Kata Iblis: "Minumlah khamar yang memabukkan, kerana itu ringan dan engkau dimusuhi oleh Allah."
Kata Barshisha': "Dimana untuk mendapatkan itu?"
Kata Iblis: "Pergilah ke desa itu!"
Maka Barshisha' pun pergi dan bertemu dengan seorang wanita cantik penjual khamar (arak) yang kemudian dia membeli minuman arak itu daripadanya. Maka dia minum dan mabuk dan berzina dengan penjual arak itu. Lalu masuklah suami wanita itu dan memukuli Barshisha' sehingga separuh mati.
Didalam kesempatan itu Iblis yang menyerupai manusia, membawa Barshisha kehadapan hakim. Maka mereka menangkap dan menjilidnya sebanyak 80 kali, kerana dosa meminum khamar dan untuk perbuatan zinanya dijilid 100 kali. Kemudian diperintahkan untuk menyalibnya sebagai ganjarannya.
Tatkala Barshisha' disalib, Iblis datang menemuinya dalam rupa manusia seraya berkata: "Bagaimana keadaanmu?"
Kata Barshisha': "Barangsiapa mengikut kawan yang jahat, demikian inilah ganjarannya."
Kata Iblis: "Saya didalam musibah darimu (siksaan darimu) selama 220 tahun (kerana ketekunan dalam ibadah), sehingga sekarang engkau saya salib. Jika engkau ingin saya turunkan, maka engkau akan saya turunkan."
Kata Barshisha': "Saya ingin turun, dan apapun yang engkau inginkan akan saya kabulkan."
Kata Iblis: "Sujudlah kepadaku sekali sahaja!"
Kata Barshisha': "Saya tidak dapat sujud padamu, kerana saya diatas kayu salib ini."
Kata Iblis: "Sujudlah dengan isyarat!"
Maka Barshisha' pun sujud. Dan sekaligus dia kufur kepada Allah (kerana tunduk atau patuh dan sujud kepada Iblis), bahkan mati tanpa iman).
Thursday, March 29, 2012
SEEKOR HARIMAU MENDENGAR AL-QURAN
Ahmad bin Thulun, salah seorang pengusaha
Mesir terdahulu, menahan dan memenjarakan se-
orang alim yang bernama Abul Hasan Ahmad bin
Banan. Ulama itu datang menemui penguasa yang
menasihatinya tentang perintah dan larangan.
Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuk
siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang
disesatkan Allah, nescaya tak ada baginya seorang pe-
mimpin pun." (Az-Zumar:23)
Mesir terdahulu, menahan dan memenjarakan se-
orang alim yang bernama Abul Hasan Ahmad bin
Banan. Ulama itu datang menemui penguasa yang
menasihatinya tentang perintah dan larangan.
Tapi ia malah marah kepada si ulama dan ber-
pura-pura bodoh tentang kebenaran ucapan orang
yang ma'shum Rasulullah saw.: "Ada dua orang
jika keduanya baik, maka akan baiklah seluruh u-
mat. Tapi jika mereka rosak, maka rosaklah selu-
ruh umat. Mereka adalah para ulama dan umara
(penguasa).
pura-pura bodoh tentang kebenaran ucapan orang
yang ma'shum Rasulullah saw.: "Ada dua orang
jika keduanya baik, maka akan baiklah seluruh u-
mat. Tapi jika mereka rosak, maka rosaklah selu-
ruh umat. Mereka adalah para ulama dan umara
(penguasa).
Mendengar itu si penguasa makin berang, kepala-
nya mendidih menahan marah. Ketika kemarahan-
nya makin memuncak dan tidak dibendung lagi, ia
berkata pada pengawalnya: "Tangkap dia! lalu
lemparkan kekandang harimau yang sedang lapar
sebagai santapannya, agar tak tersisa lagi darinya
selain tulang belulang yang kering."
nya mendidih menahan marah. Ketika kemarahan-
nya makin memuncak dan tidak dibendung lagi, ia
berkata pada pengawalnya: "Tangkap dia! lalu
lemparkan kekandang harimau yang sedang lapar
sebagai santapannya, agar tak tersisa lagi darinya
selain tulang belulang yang kering."
Si ulama tinggal sendirian bersama dengan hari-
mau dalam kandangnya. Keesokan harinya, para pen-
jaga kandang memeriksa dan mereka menemui si
ulama duduk dengan tenang berzikir pada Allah SWT.,
membaca ayat-ayat Al-Quran.
mau dalam kandangnya. Keesokan harinya, para pen-
jaga kandang memeriksa dan mereka menemui si
ulama duduk dengan tenang berzikir pada Allah SWT.,
membaca ayat-ayat Al-Quran.
Mereka juga menyaksikan harimau lapar tersebut
menganggukkan kepalanya dengan penuh ketenang-
an dan kerendahan, seakan mendengarkan zikir dan
bacaan Al-Quran si ulama.
menganggukkan kepalanya dengan penuh ketenang-
an dan kerendahan, seakan mendengarkan zikir dan
bacaan Al-Quran si ulama.
Betapa tidak wahai saudara! Allah menyabut Al-
Quran dengan: "Allah telah menurunkan perkataan
yang lebih baik Al-Quran yang serupa lagi berulang-
ulang, gementar kerananya kulit orang-orang yang
takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang ku-
lit dan hati mereka diwaktu mengingati Allah.
Quran dengan: "Allah telah menurunkan perkataan
yang lebih baik Al-Quran yang serupa lagi berulang-
ulang, gementar kerananya kulit orang-orang yang
takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang ku-
lit dan hati mereka diwaktu mengingati Allah.
Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuk
siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang
disesatkan Allah, nescaya tak ada baginya seorang pe-
mimpin pun." (Az-Zumar:23)
Lalu Bagaimana tidak saudaraku! sedang Dzat yang
menurunkan Al-Quran telah berfirman yang bermaksud:
menurunkan Al-Quran telah berfirman yang bermaksud:
"Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada
sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk
berpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah.
Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk
manusia supaya mereka berfikir." (Al-Hasyr:21)
sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk
berpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah.
Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk
manusia supaya mereka berfikir." (Al-Hasyr:21)
Tuesday, March 27, 2012
Pengaruh Nama Allah Dalam Hati Manusia
Dalam suatu ruangan mingguan Ad-Dakwah
yang ditulis sebagai berikut: "Sejumlah doktor pa-
kar yang dikejutkan dengan sebuah peristiwa me-
nakjubkan, namun mereka tidak mampu menjelas
kannya secara ilmiah hingga sekarang iaitu, ada-
nya lafaz "Allah" di jantung seseorang.
yang ditulis sebagai berikut: "Sejumlah doktor pa-
kar yang dikejutkan dengan sebuah peristiwa me-
nakjubkan, namun mereka tidak mampu menjelas
kannya secara ilmiah hingga sekarang iaitu, ada-
nya lafaz "Allah" di jantung seseorang.
Media yang menyiarkan berita tersebut juga men-
gatakan: "Doktor Khaluq Nur Baqi, seorang doktor
pakar jantung di Turki sampai pada penemuan yang
mengejutkan ini ditengah penelitian tentang feno-
mena jarang berlaku.
gatakan: "Doktor Khaluq Nur Baqi, seorang doktor
pakar jantung di Turki sampai pada penemuan yang
mengejutkan ini ditengah penelitian tentang feno-
mena jarang berlaku.
Dunia ilmu pengetahuan pun belum mampu men-
jelaskan secara terperimci hingga sekarang., ketika
ia menemui dibahagian jantung manusia hirif Arab
yang berbunyi:"Allah."
jelaskan secara terperimci hingga sekarang., ketika
ia menemui dibahagian jantung manusia hirif Arab
yang berbunyi:"Allah."
Doktor itu menuturkan: "Suatu hari, waktu aku
sedang membuka buku ilmiah, saya dikejutkan de-
ngan apa yang saya lihat. Terdapat nama "Allah"
tertulis dalam jantung manusia.
sedang membuka buku ilmiah, saya dikejutkan de-
ngan apa yang saya lihat. Terdapat nama "Allah"
tertulis dalam jantung manusia.
Waktu itu saya merasa sedang berkhayal, tapi ke-
tika aku perhatikan lebih dekat aku bertambah yakin
bahawa perkara itu adalah nyata dan ditulis oleh ta-
ngan yang sangat mahir." Ia juga menemui kejadian
ini dalam atlas kedoktoran yang dibuat oleh ilmuan
barat.
tika aku perhatikan lebih dekat aku bertambah yakin
bahawa perkara itu adalah nyata dan ditulis oleh ta-
ngan yang sangat mahir." Ia juga menemui kejadian
ini dalam atlas kedoktoran yang dibuat oleh ilmuan
barat.
Ia melanjutkan: "Tanda-tanda ilahiah ini tida-
lah terjadi begitu saja secara tiba-tiba atau dengan
sendirinya." (Nawadir Min At-Tariah, 3/33)
lah terjadi begitu saja secara tiba-tiba atau dengan
sendirinya." (Nawadir Min At-Tariah, 3/33)
Monday, March 26, 2012
HAJAR (Isteri Ibrahim a.s)
Hajar ialah hamba wanita di Mesir, ia dihadiah-
kan oleh Firaun, Raja Mesir, kepada Sarah (iteri
Nabi Ibrahim as). Kemudian Sarah menghadiah-
kan Hajar kepada Nabi Ibrahim as untuk dikahwini.
Ibrahim kemudian berkahwin dengan Hajar).
Dari rahim Hajarlah, Nabi Ibrahim as dikurnia-
kan oleh Allah SWT seorang anak yang bernama
Ismail.
Ibrahim, Hajar dan Ismail pergi ke Kota Mekah
Pada suatu hari Ishak, anak kepada Sarah te-
ah bertengkar dengan Ismail (anak kepada Hajar.
Sarah menjadi marah, lalu menghalau mereka ber-
dua."Jangan engkau mengusik ketenanganku di
negeri ini." katanya.
Sarah kemudian meminta Ibrahim as mencerai-
kannya. Lalu Allah SWT menurunkan wahyu ke-
pada Nabi Ibrahim as,agar membawa mereka ke
Kota Mekah.
Nabi Ibrahim as pun melaksanakan perintah
Allah SWT itu. Nabi Ibrahim as akhirnya mem-
bawa isteri dan anaknya ke sebuah bukit yang
berbatu.
Firman Allah SWT yang bermaksud:
Ibrahim berkata,"Wahai Tuhan kami! Sesungguh-
nya aku telah menempatkan sebahagian keturunan-
ku di lembah yang tidak ada tanaman dekat rumah
engkau yang diharamkan mencerobohinya.
Wahai Tuhan kami! Mereka ditempatkan disitu
agar mendirikan sembahyang. Maka jadikanlah
hati sebahagian manusia cenderung kepada mereka
supaya datang beramai-ramai disitu dan beri rezeki-
lah kepada mereka dari berbagai-bagai jenis buah-
buahan, mudahmudahan mereka bersyukur."
(Ibrahim,37)
"Kepada siapakah ingin engkau serahkan kami
semua?" Tanya Hajar. Nabi Ibrahim as tidak menja-
wab sepatah pun. "apakah semua ini perintah Allah
SWT?" Tanya Hajar untuk kali yang kedua. "Ya"
jawab Nabi Ibrahim as singkat. "Kalau begitu, Dia
tidak akan menyia-nyiakan kami." Nabi Ibrahim as
akhirnya kembali ke Syam, meninggalkan Hajar ber-
sama Puteranya yang hanya memiliki satu bekas air.
Ketika air dalam bekas itu sudah kehabisan, Hajar
dan puteranya sangat kehausan. Dia memandang ke
gunung dan ke lembah yang ada dibawah. Dia naik
ke bukit Safa, cuba mencari sesuatu. Namun, dia ti-
dak menemui apa-apa hanya suara binatang buas di
lembah itu sahaja yang didengarinya. Hajar segera
kembali kepada anaknya untuk memberikan perlin-
dungan.
Dari kejauhan Hajar mendengar suara yang da-
tang dari bukit Marwah. Dia berlari-lari anak ke sana,
seperti larinya orang yang hendak melakukan suatu
pekerjaan. Dialah orang pertama yang melakukan
lari-lari anak (sa'i) antara bukit Safa dan Marwah,
kini menjadi amalan yang kita harus lakukan dalam
rangkaian ibadah Haji.
Hajar naik ke bukit Marwah. Tiba-tiba dia mende-
ngar sayup-sayup seperti suara manusia. Setelah di-
yakininya bahawa itu benar-benar suara, ia me-
ngadu kepada Allah SWT. "Ya Allah,engkau telah
memperdengarkan suara kepadaku. Tolonglah aku,
dan orang yang bersamaku akan binasa."
Ternyata suara itu adalah suara Jibril as. "Siapa-
kah sebenarnya kamu ini?" tanya Jibril as kepada
Hajar. "Isteri Ibrahim as yang meninggalkanku ber-
sama anakku disini." jawab Hajar. "Kepada siapa-
kah pemeliharaan engkau berdua diserahkan?" tanya
Jibril. "Dia menyerahkan kami kepada Allah SWT."
jawab Hajar. "Dia telah menyerahkan kalian kepada
Yang Maha Berkuasa."
Kemudian Jibril as mengajak kedua-dua orang itu
melakukan perjalanan hingga tiba di satu tempat yang
bernama Zamzam. Padahal, makanan dan minuman
telah kehabisan.
Kemudian Jibril menghentakkan kakinya, lalu ter-
pancarlah mata air dari tanah tersebut. Kerana itulah
zamzam juga dinamakan Rakdah Jibril as.
Setelah sumber air mengalir, Hajar mengambil be-
kas air, meminum dan menyimpannya. Jibril as ke-
mudian berkata kepadanya. "Janganlah engkau takut
kehausan di negeri ini, kerana sesungguhnya Zamzam
merupakan mata air yang dikurniakan sebagai minum-
an tetamu Allah SWT."
Jibril meneruskan ucapannya,"Bapa anak ini, Insya-
Allah akan datang ke sini. Kedua orang itu akan mem-
bina Rumah Allah di tempat ini."
Hajar telah meninggal dunia mendahului tuannya Sarah.
Jenazah dikebumikan di Al-Hajar.
kan oleh Firaun, Raja Mesir, kepada Sarah (iteri
Nabi Ibrahim as). Kemudian Sarah menghadiah-
kan Hajar kepada Nabi Ibrahim as untuk dikahwini.
Ibrahim kemudian berkahwin dengan Hajar).
Dari rahim Hajarlah, Nabi Ibrahim as dikurnia-
kan oleh Allah SWT seorang anak yang bernama
Ismail.
Ibrahim, Hajar dan Ismail pergi ke Kota Mekah
Pada suatu hari Ishak, anak kepada Sarah te-
ah bertengkar dengan Ismail (anak kepada Hajar.
Sarah menjadi marah, lalu menghalau mereka ber-
dua."Jangan engkau mengusik ketenanganku di
negeri ini." katanya.
Sarah kemudian meminta Ibrahim as mencerai-
kannya. Lalu Allah SWT menurunkan wahyu ke-
pada Nabi Ibrahim as,agar membawa mereka ke
Kota Mekah.
Nabi Ibrahim as pun melaksanakan perintah
Allah SWT itu. Nabi Ibrahim as akhirnya mem-
bawa isteri dan anaknya ke sebuah bukit yang
berbatu.
Firman Allah SWT yang bermaksud:
Ibrahim berkata,"Wahai Tuhan kami! Sesungguh-
nya aku telah menempatkan sebahagian keturunan-
ku di lembah yang tidak ada tanaman dekat rumah
engkau yang diharamkan mencerobohinya.
Wahai Tuhan kami! Mereka ditempatkan disitu
agar mendirikan sembahyang. Maka jadikanlah
hati sebahagian manusia cenderung kepada mereka
supaya datang beramai-ramai disitu dan beri rezeki-
lah kepada mereka dari berbagai-bagai jenis buah-
buahan, mudahmudahan mereka bersyukur."
(Ibrahim,37)
"Kepada siapakah ingin engkau serahkan kami
semua?" Tanya Hajar. Nabi Ibrahim as tidak menja-
wab sepatah pun. "apakah semua ini perintah Allah
SWT?" Tanya Hajar untuk kali yang kedua. "Ya"
jawab Nabi Ibrahim as singkat. "Kalau begitu, Dia
tidak akan menyia-nyiakan kami." Nabi Ibrahim as
akhirnya kembali ke Syam, meninggalkan Hajar ber-
sama Puteranya yang hanya memiliki satu bekas air.
Ketika air dalam bekas itu sudah kehabisan, Hajar
dan puteranya sangat kehausan. Dia memandang ke
gunung dan ke lembah yang ada dibawah. Dia naik
ke bukit Safa, cuba mencari sesuatu. Namun, dia ti-
dak menemui apa-apa hanya suara binatang buas di
lembah itu sahaja yang didengarinya. Hajar segera
kembali kepada anaknya untuk memberikan perlin-
dungan.
Dari kejauhan Hajar mendengar suara yang da-
tang dari bukit Marwah. Dia berlari-lari anak ke sana,
seperti larinya orang yang hendak melakukan suatu
pekerjaan. Dialah orang pertama yang melakukan
lari-lari anak (sa'i) antara bukit Safa dan Marwah,
kini menjadi amalan yang kita harus lakukan dalam
rangkaian ibadah Haji.
Hajar naik ke bukit Marwah. Tiba-tiba dia mende-
ngar sayup-sayup seperti suara manusia. Setelah di-
yakininya bahawa itu benar-benar suara, ia me-
ngadu kepada Allah SWT. "Ya Allah,engkau telah
memperdengarkan suara kepadaku. Tolonglah aku,
dan orang yang bersamaku akan binasa."
Ternyata suara itu adalah suara Jibril as. "Siapa-
kah sebenarnya kamu ini?" tanya Jibril as kepada
Hajar. "Isteri Ibrahim as yang meninggalkanku ber-
sama anakku disini." jawab Hajar. "Kepada siapa-
kah pemeliharaan engkau berdua diserahkan?" tanya
Jibril. "Dia menyerahkan kami kepada Allah SWT."
jawab Hajar. "Dia telah menyerahkan kalian kepada
Yang Maha Berkuasa."
Kemudian Jibril as mengajak kedua-dua orang itu
melakukan perjalanan hingga tiba di satu tempat yang
bernama Zamzam. Padahal, makanan dan minuman
telah kehabisan.
Kemudian Jibril menghentakkan kakinya, lalu ter-
pancarlah mata air dari tanah tersebut. Kerana itulah
zamzam juga dinamakan Rakdah Jibril as.
Setelah sumber air mengalir, Hajar mengambil be-
kas air, meminum dan menyimpannya. Jibril as ke-
mudian berkata kepadanya. "Janganlah engkau takut
kehausan di negeri ini, kerana sesungguhnya Zamzam
merupakan mata air yang dikurniakan sebagai minum-
an tetamu Allah SWT."
Jibril meneruskan ucapannya,"Bapa anak ini, Insya-
Allah akan datang ke sini. Kedua orang itu akan mem-
bina Rumah Allah di tempat ini."
Hajar telah meninggal dunia mendahului tuannya Sarah.
Jenazah dikebumikan di Al-Hajar.
Subscribe to:
Posts (Atom)