Thursday, March 29, 2012

SEEKOR HARIMAU MENDENGAR AL-QURAN

     Ahmad bin Thulun, salah seorang pengusaha 
Mesir terdahulu, menahan dan memenjarakan se-
orang alim yang bernama Abul Hasan Ahmad bin 
Banan. Ulama itu datang menemui penguasa yang 
menasihatinya tentang perintah dan larangan. 

     Tapi ia malah marah kepada si ulama dan ber-
pura-pura bodoh tentang kebenaran ucapan orang 
yang ma'shum Rasulullah saw.: "Ada dua orang 
jika keduanya baik, maka akan baiklah seluruh u-
mat. Tapi jika mereka rosak, maka rosaklah selu-
ruh umat. Mereka adalah para ulama dan umara 
(penguasa).

     Mendengar itu si penguasa makin berang, kepala-
nya mendidih menahan marah. Ketika kemarahan-
nya makin memuncak dan tidak dibendung lagi, ia 
berkata pada pengawalnya: "Tangkap dia! lalu 
lemparkan kekandang harimau yang sedang lapar 
sebagai santapannya, agar tak tersisa lagi darinya 
selain tulang belulang yang kering."

     Si ulama tinggal sendirian bersama dengan hari-
mau dalam kandangnya. Keesokan harinya, para pen-
jaga kandang memeriksa dan mereka menemui si
ulama duduk dengan tenang berzikir pada Allah SWT.,
 membaca ayat-ayat Al-Quran. 

     Mereka juga menyaksikan harimau lapar tersebut 
menganggukkan kepalanya dengan penuh ketenang-
an dan kerendahan, seakan mendengarkan zikir dan 
bacaan Al-Quran si ulama.

     Betapa tidak wahai saudara! Allah menyabut Al-
Quran dengan: "Allah telah menurunkan perkataan 
yang lebih baik Al-Quran yang serupa lagi berulang-
ulang, gementar kerananya kulit orang-orang yang 
takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang ku-
lit dan hati mereka diwaktu mengingati Allah. 


Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuk 
siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang 
disesatkan Allah, nescaya tak ada baginya seorang pe-
mimpin pun." (Az-Zumar:23)

     Lalu Bagaimana tidak saudaraku! sedang Dzat yang 
menurunkan Al-Quran telah berfirman yang bermaksud: 
"Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada 
sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk 
berpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. 
Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk 
manusia supaya mereka berfikir." (Al-Hasyr:21)



No comments:

Post a Comment