Mesir terdahulu, menahan dan memenjarakan se-
orang alim yang bernama Abul Hasan Ahmad bin
Banan. Ulama itu datang menemui penguasa yang
menasihatinya tentang perintah dan larangan.
Tapi ia malah marah kepada si ulama dan ber-
pura-pura bodoh tentang kebenaran ucapan orang
yang ma'shum Rasulullah saw.: "Ada dua orang
jika keduanya baik, maka akan baiklah seluruh u-
mat. Tapi jika mereka rosak, maka rosaklah selu-
ruh umat. Mereka adalah para ulama dan umara
(penguasa).
pura-pura bodoh tentang kebenaran ucapan orang
yang ma'shum Rasulullah saw.: "Ada dua orang
jika keduanya baik, maka akan baiklah seluruh u-
mat. Tapi jika mereka rosak, maka rosaklah selu-
ruh umat. Mereka adalah para ulama dan umara
(penguasa).
Mendengar itu si penguasa makin berang, kepala-
nya mendidih menahan marah. Ketika kemarahan-
nya makin memuncak dan tidak dibendung lagi, ia
berkata pada pengawalnya: "Tangkap dia! lalu
lemparkan kekandang harimau yang sedang lapar
sebagai santapannya, agar tak tersisa lagi darinya
selain tulang belulang yang kering."
nya mendidih menahan marah. Ketika kemarahan-
nya makin memuncak dan tidak dibendung lagi, ia
berkata pada pengawalnya: "Tangkap dia! lalu
lemparkan kekandang harimau yang sedang lapar
sebagai santapannya, agar tak tersisa lagi darinya
selain tulang belulang yang kering."
Si ulama tinggal sendirian bersama dengan hari-
mau dalam kandangnya. Keesokan harinya, para pen-
jaga kandang memeriksa dan mereka menemui si
ulama duduk dengan tenang berzikir pada Allah SWT.,
membaca ayat-ayat Al-Quran.
mau dalam kandangnya. Keesokan harinya, para pen-
jaga kandang memeriksa dan mereka menemui si
ulama duduk dengan tenang berzikir pada Allah SWT.,
membaca ayat-ayat Al-Quran.
Mereka juga menyaksikan harimau lapar tersebut
menganggukkan kepalanya dengan penuh ketenang-
an dan kerendahan, seakan mendengarkan zikir dan
bacaan Al-Quran si ulama.
menganggukkan kepalanya dengan penuh ketenang-
an dan kerendahan, seakan mendengarkan zikir dan
bacaan Al-Quran si ulama.
Betapa tidak wahai saudara! Allah menyabut Al-
Quran dengan: "Allah telah menurunkan perkataan
yang lebih baik Al-Quran yang serupa lagi berulang-
ulang, gementar kerananya kulit orang-orang yang
takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang ku-
lit dan hati mereka diwaktu mengingati Allah.
Quran dengan: "Allah telah menurunkan perkataan
yang lebih baik Al-Quran yang serupa lagi berulang-
ulang, gementar kerananya kulit orang-orang yang
takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang ku-
lit dan hati mereka diwaktu mengingati Allah.
Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuk
siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang
disesatkan Allah, nescaya tak ada baginya seorang pe-
mimpin pun." (Az-Zumar:23)
Lalu Bagaimana tidak saudaraku! sedang Dzat yang
menurunkan Al-Quran telah berfirman yang bermaksud:
menurunkan Al-Quran telah berfirman yang bermaksud:
"Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada
sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk
berpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah.
Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk
manusia supaya mereka berfikir." (Al-Hasyr:21)
sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk
berpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah.
Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk
manusia supaya mereka berfikir." (Al-Hasyr:21)